Postingan

PUISI : ADA

  ADA Buliran bening Mencari teman Ketik sana Ketik sini Teriakan diam Berusaha sekali dipendam Ego itu ingin menang Nurani kembali pulang Tak berganti Efek mengurung diri Gagal mengurus diri Tersisa hanya benci tak berhenti Genggaman pasir Dirinya berdiri tanpa getir Ikhlaskan hati Dipaksa agar tak terulangi Semuanya pulang Dan biarkan Mereka menang Sedang aku kelaparan 209 -h

PUISI : BERHENTI

  BERHENTI Menyatulah. Bersatulah untuk melepas lelah Belalah yang kalian anggap lemah Belalah yang kalian anggap menyenangkan jiwa Karena sendiri mendatangi kalian, mereka tak ada Dari penghujung sepi akan selalu ditemani hingga ramai menyapamu lagi Dan meninggalkan sendiri Tanpa berfikir kemana sepimu tadi kau beri 18.8.2019 -h

CERPEN : HARUSKAH?

HARUSKAH? iampiani Alunan musik mengudara di setiap sudut cafe . Berbagai manusia dengan status sosial yang mereka miliki berkumpul di tempat minuman beraroma sedap itu. Tawa, candaan, serta tetek bengek lainnya yang membuat cafe itu terlihat sangat sibuk. Tetapi, disana, di sudut cafe , terdapat sepasang insan yang saling diam. Tak ada obrolan dan tak ada candaan, mereka diam seperti kawan yang sudah tak lama bertemu.             “Hai,” sapa perempuan itu canggung. Dia mengetuk jarinya ke meja cafe . Pria di depannya hanya tersenyum dan tetap menatap layar biru. “Sudah lama sekali ya.. t idak bertemu.” ucap p erempuan itu lagi. Pria itu langsung menatap p erempuan itu. Tatapan itu sangat dalam, menandakan terdapat sejuta kerinduan yang belum pernah tersampaikan. Jantung mereka berdegup sangat kencang melebihi rossi yang mengendarai motornya.             “Saya...” uc...

PUISI : TENGGELAM

  TENGGELAM Setiap tanya berujung jawab. Tapi, diantara jawab itu tak ada pertanyaan. Semua hanya satu. Tanpa ingat bahwa kita saling membahu. Aku juga lupa. Hidup akan selalu berubah tanpa diinginkan. Semuanya akan terlihat mengernyitkan mata. Bahkan setiap detik yang dijalani akan berbeda dengan waktu yang akan dilakukan esok. Setiap kali aku bertanya akan waktu. Mengapa semuanya tak mau ada yang memulai? Lalu, otak jahat selalu berkata : “Kau kan hanya debu. mana ada yang mau dekat-dekat denganmu." -hl

PUISI : TERIAKAN KEPALA

Teriakan Kepala   Ancaman dalam kepala selalu mengikuti hingga mati Setiap detiknya ingin selalu membunuh nadi Ya tuhan... Jantung ini selalu ingin melarikan diri Dari teriakan orang-orang tentang ekspektasi tinggi   -h

PUISI : TANYA

  TANYA   Resah hingga masa, Menanti seakan ingin menjatuhkan air mata Ya tuhan, entah rasa ini benar adanya Tapi, aku merindukannya   -h

PUISI : CHANGE

  Change   Urat tak berhenti bergerak. Terus mengeluarkan peluh tanpa keluh. Mengatakan ungkapan tersudut. Mengakui bahwa ada yang tersudut. Membenarkan tanpa menyudut. Menyalahkan tanpa membuntut. Wahai urat, tetaplah menjadi pengikat, antara merah dan pembuat semua urat   -h, 1 july 2020